Kamis, 27 Juni 2013

Namanya Bulan. Tinggalnya di langit yang penuh dengan bintang - bintang, sosok tubuhnya besar, tegap, kuat dan bercahaya. Menimbulkan romance keindahan yang tak ada taranya. Kala itu Bulan sedang purnama , bersinar penuh, menawan, dan seketika muncul Dewa Aquarius yang merupakan jelmaan dari rasi bintang Aquarius. Sesuai dengan cerita Yunani kuno, Dewa Aquarius adalah seorang  laki-laki berwajah rupawan yang pendiam dan bernamaasli Ganymede, dia di perintahkan oleh Dewa Zeus untuk tinggal di Olympus sebagai penuang air minum Dewa.



-DEWA AQUARIUS-

            Bulan menunjukkan sinarnya yang terang itu sebagai tanda bahagia telah mengenal Dewa Penuang Air itu. Lambat laun perasaan cinta tumbuh di hati Bulan. Bulan dan Rasi Bintang Aquarius terus bercengkrama setiap malam, saling menghibur dan bercerita. Bagaimana hidup Bulan ketika dia harus berubah-ubah bentuk dari sabit sampai purnama. Dan bagaimana Aquarius bercerita tentang pertemuannya dengan Zeus hingga akhirnya Aquarius bisa tinggal di langit.

            Hari-hari itu kian menjadi membosankan tatkala Aquarius tak lagi muncul, pergi, tanpa memunculkan sinar rasi bintangnya lagi. Bulan itu kini meredup sinarnya, dan sampailah pada saat dia harus berubah menjadi bulan sabit. Kecewa, sinarnya taklagi terang menyala seperti biasa. Dan ketika itulah muncul rasi bintang Libra. Bintang yang sinarnya juga redup, dan hanya bisa di temui ketika Bulan sedang berbentuk Sabit.


-DEWA LIBRA-

            “Aku akan menemanimu saat ini. Tapi tak tau bagaimana esok ketika bentukmu telah berubah menjadi purnama. Karna sinarku redup, maka saat kau purnama, kau tak akan menemukan aku di tengah sinarmu yang terang” Libra berucap, sambil pergi berlalu mengitari langit di belahan lain.

            Ketika ini Bulan sedang dalam tahap Bulan Separuh, dan saat masanya menjadi Bulan Sabit yang lalu habis, dia tak lagi bisa bertemu dengan Dewa Libra. Bulan itu pun kini sendiri lagi. Bintang tak lagi berteman dengannya kini, sinar mereka kalah kuat dengan pancaran cahaya Bulan yang hampir menjadi Purnama. Bulan itu masih tetap bersinar separuh, dan sesaat lagi adalah waktunya untuk menjadi purnama.Langit mendadak menjadi sangat  kelam dan mendadak tak bersahabat. Saat ketika datang seorang Dewa yang mengendarai Kerbau,sayangnya wajahnya begitu asing, tak pernah sekalipun Bulan melihatnya.

            “ Siapa kau?” Bulan berkata.


-DEWA TAURUS-

            “Aku DewaTaurus. Padahal rasi bintangku yang paling terang di antara semuanya. Tapi,kenapa sepertinya kau tak mengenalku? Aku selalu berada di manapun kamu berada.Aku selalu terlihat terang, hanya kau yang tak melihat. Aku selalu mengikutimu,setiap kau berubah, ntah menjadi sabit, bulan separuh, ataupun purnama. Hanya saja kau yang tak mengenaliku.”

            Awan mendung yang menyelimuti Bulan pun tersingkir perlahan. Bulan kini berubah menjadi Purnama dalam hitungan menit. Dia berharap saat awan-awan kelabu ini menyingkir maka akan datang sosok Dewa Aquarius di hadapannya. Tapi ketika awan mulai menghilang, tak ada sosok Dewa Aquarius itu, yang ada hanya Seekor Kerbau yang sedang duduk manis di atas awing-awang langit. Dan ada seorang Dewa disamping Kerbau itu yang tak lain adalah Dewa Taurus.

            “PercayakaH kau kini bahwa aku selalu ada di setiap saat ketika engkau menjadi sabit ataupun purnama? Ketahuilah, Aku adalah utusan Dewa Zeus yang di tugaskan untukmenemanimu setiap saat sampai kapanpun. Terimalah aku dengan hatimu yang ikhlas, Bulanku”



-DEWA TAURUS DAN BULAN-

Kamis, 21 Maret 2013

DI HADAPAN SENJA :)



            “Senja sore ini bagus ya” aku berkata sambil memakan ice cream cokelat disampingnya. Dia tak menjawab, masih berkonsentrasi dengan sebatang rokoknya yang entah keberapa, tak bisa dihitung.
            “Masih tetep habis 2 pack rokok 1 hari kah?” dan untuk kesekian kalinya ucapanku tak dihiraukan. Dia masih tetap sama, selalu diam ketika melihat pantai. Menghabiskan 5 rokok dengan melihat deburan ombak. Ketika sulutan rokok terakhir habis, barulah dia akan mengajakku berbicara. Kebiasaan lamanya yang tak akan pernah ku lupakan. Dan akhirnya aku pun hanya bisa diam menunggunya.
            “Kamu masih tetap cerewet ya, nggak ada yang berubah dari kamu. Senyumanmu. Caramu tertawa.” Dia berkata secara tiba-tiba. Dan itu membuatku kaget. Sangat kaget tentunya.
            “Hahaha. Aku ya aku. Beginilah aku. Sejak dulu tak akan berubah.” Aku berkata sambil menatap hamparan pantai yang indah. Matahari mulai terbenam, dan tiba-tiba Aufaa menggenggam tanganku, menatap tajam mataku, dan mengingatkan kenangan indah itu dulu.

#----#
5 Tahun yang Lalu.
            “Kayla, mataharinya sudah mau terbenam itu. Waaaaa. Bagus yaaa” Aufaa melihat ke arah matahari yang mulai menenggelamkan sinarnya. Ini untuk pertama kalinya aku mengajak Aufaa pergi jalan-jalan ke tengah sawah. Dan ini juga untuk pertama kalinya dia ku ajak melihat sunset. Aku hanya ingin melihat dia tersenyum , tentunya setelah 10 hari yang lalu dia di tinggal pergi untuk selamanya oleh Ibunya.
            “Iya bagus dong faa. Mau aku fotoin?” Aku menawarkannya.
            “Mau mau mau” Aufaa melompat dan segera mengambil posisi berdiri di tengah sawah. Aku bersiap mengambil kamera dan mengarahkan kepadanya. Dan aku menjadi kaget ketika tak sengaja melihat dia menitikkan air mata yang belum ku lihat selama ini. Aku pun berjalan menghampirinya.
            “Kamu kenapa faa?” Aku bertanya pelan.
            “Oh nggak apa kok Kay, ayo katanya mau foto” Dia berusaha tegar. Dan aku tau itu, karena aku percaya dia sanggup tegar menjalani ini semua.
            Setelah prosesi foto-foto usai, aku masih tetap duduk di gubug sawah itu. 6 tahun sudah aku mengenal Aufaa. Jujur, aku jatuh cinta pada Aufaa. Tapi tak pernah ku ungkapkan apa dan bagaimana perasaanku. Aku hanya tak ingin persahabatanku dan dia menjadi rusak.
            “Aufaa, kamu mau melanjutkan kuliah dimana?”
            “Masih nggak tau Kay, aku ikutin aja apa kata Ayah. Kamu gimana Kay? Jadi ambil yang dimana?’
            “Aku udah keterima di Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Jogja itu, aku ambil jurusan Film & Fotografi. Dan rencanya aku mau berangkat nanti malam ke sana buat registrasi dan sekalian pindah. Maaf ya aku baru bilang ke kamu. Soalnya aku takut buat ninggalin kamu.”
            “Setelah ibu yang pergi, sekarang kamu pergi juga ya.” Dia berkata pelan.
            “Aku pergi juga buat kuliah faa, buat sementara. Aku juga bakal tetep ada buat kamu, kita kan bersahabat faa. Ini aku punya hadiah buat kamu.” Aku mengelurakan hadiah untuk Aufaa dari dalam tasku, memberikannya pada Aufaa.
            “Aku pulang dulu faa. Aku sudah janji sama Bunda untuk tak lama-lama diluar rumah. Baik-baik faa” Aku memegang wajah Aufaa, membalikkan badan dan pergi.
            Aufaa tak mengejarku. Sikapku begini saja sebenarnya juga membuatku terluka. Ah, andai saja persahabatanku dengannya tak kuselipi dengan cinta. Mungkin tak akan begini jadinya.
            Sejak kejadian itu, Aufaa tak pernah lagi menghubungiku. Nomer handphonenya tak lagi aktif, sudah ganti mungkin. Bahkan akun facebook dan twitter tak lagi aktif. Dan alamat rumahnya di Malang sudah berganti penghuni. Aku tak tau dia dimana, dan sedang apa. Tapi yang aku tau, aku masih memendam rasa padanya. Pada Aufaa.
            Pernah suatu hari ada telepon masuk dari nomer yang disembunyikan. Dan aku tau bahwa itu suara Aufaa, dia berkata “Tunggu aka ya Kayla. Kalau sudah sukses dan besar nanti, aku akan datang menemuimu. Ku penuhi janjiku untuk mengajakmu berlibur ke Pulau Lombok. Tunggu aku” Hanya berkata begitu dan telepon pun mati.
            Dan karena itulah aku percaya, bahwa Aufaa akan kembali padaku.

#---#

            Aufaa masih menggenggam tanganku dan menatap mataku,
            “Kayla, kenapa kamu nggak pernah bilang kalo kamu punya perasaan itu sama aku? Kenapa kamu seneng ninggalin aku selama 5 tahun ini? Kamu bikin aku menyesal selama ini, kenapa aku nggak pernah bilang kalo aku juga suka kamu. 5 tahun lalu, kadomu, itu yang bikin aku menyesal kenapa aku nggak pernah berani buat ungkapin semuanya.”
            “Aufaa, maaf aku ..”
            “Nggak perlu ada yang di maafkan. Aku sayang kamu Kayla. I love you. Will you marry me?”
            Aku sedikit tercengang, dan tanpa sadar aku mengangguk pelan. Aufaa membuat perubahan cepat di hidupku. Deburan ombak, matahari terbenam yang sama, angin yang sama, dan cinta yang masih tetap sama walau sudah 11 tahun berlalu sejak awal aku mengenal Aufaa. Aku bersandar pada bahu Aufaa. Ketenangan yang selama ini ku hilangkan sendiri kini kembali ku dapatkan.

            Aku mencintaimu dengan perasaan yang sama.
            Ntah untuk awal kali, pertengahan, sampai kita berpisah nanti.
            Dibawah langit senja kita bersama.
            Dihadapan pantai ini kita mengikat janji.
            Di atas pasir ini kita terduduk berdua.
            Tak berubah, sejak dulu dan sampai kapanpun.
           

Rabu, 26 Desember 2012

Kupu-Kupu dan Laut ^^

Terkadang seseorang yang hebat itu terlahir dari berbagai cercaan, caci maki, dan hinaan terlebih dahulu. Tidak semua orang menjadi hebat secara instant. Tapi harus tetap belajar, dari dan bagaimana seseorang itu bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Layaknya kupu-kupu yang indah, tahap menjadi telur, ulat, sampai kepompong harus bisa di lakukan dengan benar-benar baik. Seekor kepompong mengalami masa sulit ketika harus keluar dan terbang dengan memekarkan sayap indahnya. Merah, Kuning, Hijau, Jingga, Biru, Hitam, Putih, Cokelat, Pink, Ungu. Warna itu tersedia dan ada. Dan ketika itu seseorang yang awalnya mungkin membenci ulat, tapi menjadi bahagia ketika melihat sosok kupu-kupu terbang dengan begitu dahsyatnya.

Seorang manusia bisa di analogkan dengan kupu-kupu. Lahir , tak bisa berbuat apa-apa. Hidup dengan bantuan ibu di masa kecil. Jangankan untuk berbicara, mungkin pergi ke kamar mandipun kita tidak bisa. Sosok kecil yang sangat membutuhkan orang lain. Bergerak dewasa, menjadi seperti sosok ulat. Mulai tumbuh, dan menciptakan kenakalan-kenakalan kecil. Di cerca orang. Di marahi. Di hina mungkin. Semacam teraniaya jika di ungkapkan secara kasar. Dan kemudian terdiam, bertambah dewasa maka kita akan mulai berpikir. Menjadi seekor kepompong, mulai memikirkan mau menjadi apa di masa depan. Dan saat sayap kita akan berkepak, menjadi seorang yang hebat selayaknya kupu-kupu, kita bebas untuk memilih warna kita. Warna itu adalah pilihan hidup kita ^^ Mau menjadi orang baik, setengah baik, sangat baik, jahat, setengah jahat, maupun sangat jahat. Itu adalah pilihan. Dimana kita telah memiliki waktu yang panjang untuk menjadikan bening menjadi bewarna.

Tidak selamanya cercaan yang kita dapat, adalah sebuah hal buruk.
Tidak semua hinaan yang kita dapat adalah akhir dari hidup kita.
Tidak semua kritik yang datang menjadi kehancuran mimpi kita .

^^
Menjadi orang seperti laut, apapun yang di dapat entah hinaan atau pujian.
Akan menjadikan kita orang yang kuat, seperti laut :)
Tetap memberikan manfaat yang berlebih untuk orang lain.

:)
Terimakasih untuk orang yang telah memberi kritik untuk kualitas tulisan saya yang semakin menurun :)
Karna, tidak selamanya kritik menjadi pemusnah :)

Minggu, 23 Desember 2012

WEDANG COR ^^ Hobi Cangkruk, Harus Tau ini :) (Kuliner Jember)


Cangkruk adalah istilah anak-anak muda daerah jawa timuran untuk menyebut kumpul-kumpul bersama temannya. Istilah kerennya semacam nongkrong lah. Bagi sebagian umat manusia di dunia ini, cangkruk merupakan aktivitas favorit yang biasa di lakukan setiap hari. Di sini, di kota Jember. Terlalu banyak tempat cangkruk yang bisa saya bilang WOW BGT. ^^ Ntah kenapa, kota padat ini menyimpan banyak tempat cangkruk yang menyediakan kuliner-kuliner unik. Salah satunya Wedang Cor Mbah As. Warung cangkruk yang satu ini terletak di dalam sebuah gang daerah perhutani.

Berkunjung kesana pertama kali mungkin akan membuat anda sedikit kaget. Karena di sana sangat ramai sekali. Sepeda motor untuk parkir pun harus berjajar panjang. Di sana tersedia meja dan ada yang lesehan di pinggir jalan. Wedang cor itu bukan wedang biasa. Khasiatnya sama seperti STMJ, tapi isinya berbeda. Jika STMJ adalah Susu, Telur, Madu, Jahe. Maka wedang cor ini adalah campruan air jahe, susu, ketan hitam, dan seduhan air panas. Wah di jamin WOW sekali.

Waktu saya tanya , nama wedang cor itu di ambil dari komposisi wedang itu sendiri. Katanya sih begini "Campur-campur niku mbak. Dadi di jenengi wedang cor, soale mirip karo cor-corane bangunan". -Campur-campur iti sih mbak. Maka dari itu di beri nama wedang cor. Karna mirip dengan cor-corannya bangunan-. Mbah As ini sudah mulai berjualan wedang cor sejak tahun 1991. Tapi belum di dalam gang, dulu jualnya masih di luar gang. Dan sekarang sudah pindah dalam gang.

Selain wedang cor, tersedia gorengan yang juga nggak kalah WOWnya !! Mungkin ada sebagian orang yang tidak suka dengan wedang jahe, maka disana tersedia kopi susu atau sekedar minuman seperti teh hangat. Tapi rugi jika tidak pernah mencobanya. Jangan khawatir, wedang cor ini buka dari jam 16.00 - 01.00 WIB.





Silahkan di coba \o/ Jangan mengaku hobi cangkruk kalo belum pernah nyoba ini ^^

Sabtu, 22 Desember 2012

BJB Home Cafe.



Atas amanat orang tuanya, mahasiswa fakultas pertanian ini mulai terjun dalam bidang kewirausahaan sejak 29 Oktober 2012. BJB Home Café adalah perwujudan dari usaha tersebut. Lokasi Home Café yang di kelola oleh Ardhy ini bertempat di Jl. Ikan Paus V Kavling 12 Kompleks Palm Asri Jember Jawa Timur .

Home Café yang bernuansa kedaerahan Bandung, Jember dan Bali ini memiliki banyak fasilitas yang tersedia. Ruangan terdiri dari indoor, outdoor berupa gazebo, meeting room, dan free karaoke room.



Sayangnya lokasi yang kurang strategis dan promo yang kurang gencar menjadi kendala saat usaha ini berjalan. Tapi untungnya, usaha yang sudah 1 tahun lebih ini di jalani menghasilkan omset sebesar 4-5 juta/bulan.
Untuk menarik minat banyak pengunjung, BJB Jome Café sering mengadakan event seperti nonton bareng Moto GP atau sepak bola. Bahkan terkadang berlangsung Live Music yang digelar 2bulan sekali. 



Dengan motivasi untuk belajar berwirausaha, Ardhy memiliki prospek ke depan untuk menambah fasilitas yang tersedia dan mengembangkan visi dan misi dari Home Café tersebut. Selain belajar berwirausaha, dengan adanya Home Café ini juga mengajarkan Ardhy sebagai seorang pemimpin untuk ke 8 karyawannya. Dan saat lulus kuliah nanti, dia berharap agar Home Café ini menjadi salah satu pegangan untuk sukses hidupnya kelak.