Jumat, 21 November 2014

Bayangan Dalam Cermin

cermin tak pernah berteriak;

ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,

meski apa pun jadi terbalik di dalamnya;

barangkali ia hanya bisa bertanya:

mengapa kau seperti kehabisan suara?

(Sapardi Djoko Damono)

                Sudah berapa tahun sejak masih memakai seragam putih abu-abu , bayangan Hans masih sering muncul dan menghilang seperti arakan awan yang melintas lembut di langit biru. Sampai sudah memakai kemeja dengan rok panjang dan berjilbab pun bayangan Hans masih sering terlintas. Kadang berhenti begitu cukup lama sampai membuat bibir ini menyunggingkan senyum sepersekian detik, atau bahkan sampa meneteskan½ tetes air mata di saksikan iringan lampu kota yang mulai terang, bahkan saat siluet wajah Hans yang begitu ku kenal membuatku menggelengkan kepala sambil mengutuk dalam hati “Berhenti Hans, berhenti berjalan seenaknya di atas kepalaku”

                Perasaan menjadi sedikit kacau saat bayangan Hans sedang mengganggu. Ntah apa yang bisa membuatku sedikit tenang. Menggenggam tangan nya pun mungkin sedikit bisa menenangkan walaupun muncul rasa bersalah karna sejujurnya fikiran ini kadang masih terbagi menjadi 2. Antara Hans dengan dia.

Aren't you somethin' to admire

cause your shine is somethin' like a mirror

And I can't help but notice

you reflect in this heart of mine

                Apa aku harus bersembunyi di balik ilalang yang menari-nari indah, agar bayangan Hans menghilang tertikam kilauan tarian hijaun dari sepucuk ilalang. Ataukah harus aku membenamkan diri dalam lautan kesedihan agar tak bisa lagi mengingat kebahagiaan masa lalu dengan Hans walau mungkin hanya sedetik.



                Hans seperti bayangaku. Dimana setiap aku berjalan, dia selalu mengikuti.Bersembunyi pun dia mengikuti. Berlari pun dia semakin mengejar. Hanya saja,itu hanya bayangan Hans, bukan raga Hans yang sesungguhnya. Ketika melewati deretan kaca pun aku seperti melihat pantulan bayangan Hans sedang menatapku erat, tak berkedip aku memandangnya balik. Sekelabat rasa kecewa pun menghantui karna Hans yang sering kulihat adalah hanya imajinasi. Biarpun tak nyata, tapikau Hans , Ah ya, Hans, kau selalu ada di tiap detik saat aku merindukan keberadaan mu yang kini ntahlah aku tak bisa mendeteksinya.

You were right here all along

It's like you're my mirror

My mirror staring back at me

                Pergilah Hans, jangan biarkan jari-jari tangan ku terus menerus menulis dan meracau tentang keberadaan mu yang tidak akan pernah tercapai oleh tanganku yang rapuh.Tangan ku yang telah tergenggam oleh dia, yang nyata.

Jumat, 11 Juli 2014

#1TahunPertama

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara.

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana.

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nundi sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu..

Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

(1989)”
SapardiDjoko Damono

Sadarkah kamu, waktu terus berjalan, pelan sekali jarum jam berjalan tiap detiknya, tetapi tak pernah lelah jarum itu bergerak, dan akhirnya pun tak terasa waktu telah begitu jauh melangkah. Saat ikrar aku dan kamu menjadi kita setahun lalu, dan sampai saat ini pun masih tetap sama, aku dan kamu semoga menjadi kita selamanya.

            Ntah begitu banyak kenangan demi kenangan yang mengisi hari-hari kita. Tak elak dari sifat kita yang sama-sama suka bercanda, kadang pun pertengkaran rumit berhari-hari juga pernah terjadi. Namanya juga masih muda, ya seperti inilah kehidupannya.

            Telah banyak yang berubah. Termasuk hal-hal yang tak ku mengerti akhirnya pun menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan untuk mengingatkan kewajibanmu dalam hal beribadah, atau sekedar mengingatkan hal-hal klasik tentang makan. Kebiasaan menatapmu dalam diam. Dan kebiasaan kecil lainnya.

            Ada yang bertambah tentunya. Aku jadi lebih mengenalmu, dan mengenal kita, begitu pun sebaliknya ku harap. Masalah cinta itu hal yang sepele, seperti kamu yang menyukai es jeruk, es buah tanpa nangka, bebek goreng, cake dengan rasa coklat,biskuit di pagi hari, bubur kacang hijau, dan aku yang menyukai es teh, es buah lengkap, ayam goreng, makanan gurih, nasi sebelum beraktivitas, dan bubur ayam.Kita begitu berbeda mungkin. Tapi percayalah, kasih sayang ini tetap tak akan berbeda, seperti setahun lalu dan mungkin akan terus bertambah,semoga saja, ntah sampai kapan.

            Harapku hari ini hanyalah, semoga kelak aku bisa selalu melengkapi kekuranganmu untuk menjadikanmu manusia yang sempurna. Menjadikanmu sebagai seorang imam yang tak pernah putus memberikan ku kasih dan sayang. Sebab tanpa salah satunya, sama saja seperti meminum secangkir coklat panas di tengah gurun pasir.

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all youredges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you.

            Tak pernah ada yang sempurna dari kata cinta, tetapi terasa begitu sempurna saat hati ini termiliki oleh orang yang benar-benar kita inginkan.
           

Happy Anniversary , dear :)
09-07-2013

Jumat, 27 Juni 2014

Hari Ini Tak Akan Ada Lagi di Esok Hari.

 
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Kita memang seperti sepatu. Berjalan pun langkah kita selalu berbeda. Aku kadang berjalan di depan, dan kamu sedang di belakang. Kadang tak bisa memungkiri kamu di depan dan aku yang di belakang. Untuk sejajar pun seperti tak ada kesempatan. Dan seperti itulah kita. Aku bahkan menyadari, aku kadang seperti api yang sedang meluap-luap tak beraturan, dan sadarkah kesalahanmu selama ini? Kau tak pernah berusaha menjadi air sejuk yang memadamkan apiku, malah dengan terlihat jelas kau yang ku kira Angin, berubah menjadi Api juga. Lalu Jika api dan api bersatu, bagaimana bisa padam.

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu

Tak pernah di pungkiri juga bahwa di hati kita yang terdalam, masing-masing berucap ingin bersama selalu. Tapi takdir tuhan sepert ingin selalu memisahkan. Ego kita terlalu tinggi untuk saling meminta belas kasihan dan mengagungkan ikatan dari ucapan kita 1 tahun lalu. Pertengkaran seperti apalagi yang tidak pernah kita lakukan. Kita sama-sama lupa apa yang kita inginkan sejak awal. Kita lupa dengan tujuan awal kita untuk memutuskan bersama. Kita hanya saling menginginkan posisi teratas, sapa yang paling kuat, dan siapa yang paling tangguh. Sayangnya, tak ada dari kita yang ingin mengalah. Iya, mata dan hati kita telah tertutup.

Esok mungkin tiada lagi yang seperti ini.
Setiap waktu dalam kehidupan pasti berputar.
Kehidupan kadang berjalan baik, dan kadang tidak.
Saat kau masih disini, hiduplah sepenuh hatimu.
Karna suasana seperti hari ini mungkin tak akan ada lagi esok hari.

Ntah apa ada yang salah dari pertemuan kita setahun lalu. Apa sebenarnya kita terlalu memaksakan suatu hal yang sebenernya kita tahu bahwa itu tak akan terjadi. Menyesal hari ini bukan suatu solusi yang pantas untuk kita jalankan hari ini.


Akan ada seseorang yang menginginkanmu dengan segenap hati.
Tapi, dia begitu sulit untuk di jumpai.
Jika kau menemukan seseorang seperti itu di suatu tempat.
Hanya dia yang terindah.
Maka genggam tangannya.
Karna kekasih sepertinya mungkin tak akan ada lagi esok hari.


Berhenti, kita harus berhenti saling memaksa. Berlarilah. Carilah seorang yang menurutmu sempurna. Jangan lagi menoleh ke belakang :)

Kamis, 26 Juni 2014

You and Me (Part I)

 
Aku tersesat menuju hatimu..
Beri aku jalan yang indah..
Ijinkanku lepas penatku..
'tuk sejenak lelap di bahumu...

            Aku benar-benar sedang tersesat saat ini. Tak tau harus bagaimana untuk bisa memberikan secarik bukti bahwa aku benar-benar ingin menyelinap masuk di dalam kehidupanmu, dan hatimu. Begitu banyak wanita menginginkamu. Ternyata tak hanya aku, yang hanya bisa diam-diam mengagumimu. Memandangmu dalam senyum.Mendoakanmu di keheningan saat malam datang, ketika kau terlelap.

            Masihkah kau menyimpan setangkai mawar putih dalam polybag hitam yang diam-diam aku berikan padamu. Kata orang rumahmu, mawar itu sudah mati. Apakah aku juga nantinya akan seperti mawar itu? Habis dan mati , tak lagi bisa memberikan apa yang kau butuhkan. Mungkin mawar itu akan mati, mungkin juga kelak kita semua akan mati. Tapi ketahuilah aku selalu hidup dan tinggal di hatimu. Tak akan ada yang berani mengusikku.

            Aku bertemu denganmu, kala sayup-sayup angin mengibarkan rambutku. Aku menangis waktu itu. Dan tersenyum saat kau melewatiku. Sekejap air mataku mengering, diiringi dengan detak jantung yang begitu cepat. Sedikit murahan mungkin, tapi dengan nyata aku katakan Aku Jatuh Cinta. Aku tak pernah percaya dengan kalimat klise Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama. Dan Tuhan telah mengaturnya, aku benar-benar jatuh , dalam, begitu dalam. Ketakutan ku hanya 1, aku takut tak bisa mengeluarkan diri dari lubang tempatku jatuh.

Mengapa kita masih aja tak pernah bersatu..
Selalu saja bertemu bertemu saat..
Kau milik yang lain..

            Rasa kecewa itu hadir saat aku sadar ternyata hatimu telah termiliki. Bukan aku tentunya. Karna aku tak pernah mengenalmu. Aku hanya mengintaimu, ingat, aku hanya mencintaimu diam-diam. Rasa kecewa itu menjadi rasa sakit yang luar biasa, saat aku tau bahwa yang memilikimu bukan orang lain, tetapi sahabatku.Teman baikku. Aku merasa menjadi seorang iblis. Ternyata cinta, perasaan yang indah, dapat menjadi sebuah ancaman besar untuk kehidupan.

            Aku menyerah, kemudian aku pergi. Lantas aku tak benar-benar bisa pergi. Karena,kamu telah menganggapku teman baik, ku lihat sorot kekecewaan dari matamu saataku menjauh. Dan aku tak kuasa menahan nafsu ketika kau terus datang mencariku.Menceritakan hubunganmu dengannya pada aku, wanita yang diam-diam mengagumimu.Oh Dewi Neptunus, ambil hatiku saat itu, agar rasa sakit karna memendam ini tak terus berlarut-larut.

Rasa sesal di dasar hati diam tak maupergi..
Haruskah aku lari dari kenyataan ini..
Pernah kumencoba tuk sembunyi..
Namun senyummu tetap mengikuti..


            Sia-sia rasanya aku berusaha menjauh. Aku memutuskan tetap menemanimu sebagai seorang teman baik dan memendam dengan erat perasaanku. Ada yang lain saat dengan sigap kau menggandeng tanganku. Membetulkan letak poni di kepalaku. Memberikan aku sebungkus nasi dan seplastik es jeruk , dimana karet nasinya masih ku simpan sampai akhirnya hilang entah dimana. Aku ternyata tak pandai berbohong, aku tak pandai menyimpan.

            “Kamu menyukaiku ya?” Mulutku terkatup. Bibirku menjadi pucat. Ada yang mendesir.Ucapan itu tiba-tiba kau lontarkan. Aku diam tak bergeming sedikitpun.
            “Aku tau kok. Aku bisa lihat itu. Aku juga merasakan begitu nyaman saat ada disebelahmu.”
            Aku lupa bagaimana rasanya saat itu.

Tentang cinta yang datang perlahan..
Membuatku takut kehilangan..

            Aku duduk di belakangmu dan sahabatku yang mencuri hatimu. Aku jauh di belakang.Memperhatikanmu. Di saksikan ratusan kembang api yang meledak indah, tapi tak bisa ku rasakan keindahan itu. Malam taun baru itu terasa begitu mencekam untukku. Untung ada sahabat-sahabatku yang menemaniku. Kami menulis 1 permintaan agar bisa terkabulkan di tahun 2012 itu.

            Aku menuliskan seperti ini :
            “Semoga tetap bisa bersama dengan dia selamanya”
            Doaku begitu klasik. Dia siapa, tak ku tulis namanya. Tuhan pasti tau walaupun aku tak memberitahu.


Karena kita masih terus berharap..
Walau takkan mudahintuk bersama..

            Lama aku tak mendengar celotehan ringanmu. Dan perpisahan itu datang. Kita harus melanjutkan hidup kita masing-masing di kota yang berbeda. Kita berpisah disuatu tempat, tempat dimana kita bertemu pertama. Dalam diam, kita sama-sama mengenang apa saja yang telah kita lakukan bersama-sama.

            Melahap nasi goreng telur di tengah rintik hujan.
            Melihat bulan bersama.
            Menemaniku belajar, mengerjakan tugas.
            Menemanimu menghabiskan sore di teras rumahmu.
            Meminum secangkir kopi panas dengan taburan coklat di atasnya.
            Mengirimkanmu sekotak pisang keju hasil aku wawancara dengan pemilik warung.
            Memberimu sekotak coklat buatanku sendiri, karna tau malam itu kau sedang mengerjakan hukuman dari sekolah.
            Memakai baju bewarna sama tanpa pernah berjanjian.

            “Aku sudah putus dengan dia” dia berkata, menatap jalan, menghisap rokoknya.
            “emm,iya aku tau, dia sudah cerita”
            Kemudian diam.
            “Ini untukmu” Aku menyerahkan 2 Bingkisan di bungkus kertas kado,
            “Apa itu?”
            “Buka saja dirumah”
            “Aku nggak bisa bawa. Ayo ikut ke rumah”
            “Iya”

            Bingkisan itu berisi fotonya yang ku bentuk gambar orang pecinta reagge. Rambut gimbal,dengan warna merah kuning hijau, kesukaannya. Dan 1 buah al-quran kecil. Aku hanya berharap dia bisa membawa kemanapun al-quran itu. Untuk sekedar dia mengingat, dia masih mempunyai tuhan yang selalu bisa menjaga hatinya, dan senantiasa membantunya.

Aku masih simpan kisah malam itu..
Di saat indah matamu buka hatiku..
Merasakan getar cintaku kembali..
Jiwa ini tlah sempurna karena aku punya kamu..

            Iya, aku punya kamu :)

Cause it's you and me and all of the people with nothing to do, nothing to prove..
And it's you and me and all of the people..
And I don't know why I can't keep my eyes off of you..

-bersambung-

Teruntuk Sahabat yang Sedang Patah Hati.

-Kita seperti permainan domino. Aku jatuh cinta padamu, kamu jatuh cinta pada yang lain. – Anonim-

Ya seperti itulah siklus cinta.Kenal, dekat, dan dekat sekali. Pada sampai tahap inilah kamu dan dia yang menentukan. Menjadi sepasang kekasih atau hanya sebatas status tidak jelas yang hanya berputar-putar karna kehadiran lakon lain. Mungkin kamu sedang tidak beruntung, sedang menjalani pilihan kedua. Status tidak jelas dan hanya berputar-putar begitu saja karna adanya “cinta bertepuk sebelah tangan” yang sering orang ucapkan.

            Sudahlah kawan, berhenti menyesal dan meratapi. Tak akan ada waktu yang kembali jika semua sudah terjadi. Setidaknya bersyukurlah, tuhan telah memberikan kesempatan untuk kamu bisa dekat dengannya, menjadi bagian dari hidupnya, dan menjadi super heronya , walau kamu juga tau hanya sesaat mungkin.

Jika kamu patah hati, itu adalah sinyal yang baik.Berarti kamu punya kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru. - ElizabethGilbert

            Pasalnya hati itu yang memilih kawan, mau protes pada sapa? Pada pemberi takdir? Bisa dilaknat Tuhan nanti. Pada wanita itu? Sebenarnya dia tidak banyak bersalah ? Pada dia ? Dia tak tau apa-apa. Padamu sendiri? Tetap tak bisa. Perasaan itu tak ada yang bisa mengatur. Sebentar-sebentar bisa suka dengan gilanya.Sebentar-sebentar bisa benci sampai ke ubun-ubun.

Jangan menangis ketika matahari tak lagi bersinar,karena air mata akan membuatmu tak bisa melihat bintang-bintang. - Violeta Parra

            Kawan berlapanglah setidaknya kau sudah berani mengalah , jadi berjalanlah , jangan berjalan ke depan, tapi berjalanlah ke atas, agar kau bisa berpindah dari masa ini dan terus melangkah lebih tinggi dari yang lain.  Tunjukkan kehebatanmu di atas sana. Aku percaya padamu , sahabatku.

Rasa sakit yang kuat untuk mencintai adalah sakit yang sama ketika meninggalkannya; tetapi dari semua rasa sakit yang ada, rasasakit terbesar itu adalah mencintai tetapi dalam cinta yang sia - sia. –Abraham Cowley-

Aku mencintai buku, dan ayah !

Tak ada yang ditinggalkan ayah selain puluhan buku, vcd , dan kaset yang memenuhi sudut-sudut rumah ini. Dan tak ada yang menarik selain kumpulan buku-buku yang begitu berarti di bandingkan jutaan uang rupiah. Buku. Benda yang di kenalkan ayah sejak kecil. “Membaca itu menambah wawasan kita”. Pesan singkat ayah yang selalu ku ingat saat aku kecil sambil menggendong komik kung fu boy menuju ruang tamu untuk membaca.

            Yang aku ingat saat kecil dulu, hampir setiap saat aku di ruang perpustakaan kecil bersama ayah. Ayah menatap layar computer, memainkan Solitaire sampai melupakan jadwal mengajarnya di universitas. Aku kecil sedang tengkurap di lantai, membolak-balik buku tebal tentang Fauna dalam laut sambil sedikit tertawa melihat ayah dimarahi mamak karna telat mengajar.

            Aku memiliki banyak kenangan , cinta , dan kasih saying bersama ayah dan buku.

            Buku pertama yang ayah belikan untukku adalah Komik Monica Seri 1- 10 seharga Rp.3000 per bukunya. Aku tak pernah tau bahwa waktu itu ayah berusaha menyusupkan dan meracuniku untuk mulai menyukai membaca. Seperti biasa,  “Membaca itu menambah wawasan kita” menjadi slogan penting ayah untukku.

            Aku diajarkan untuk menyayangi buku oleh ayah. Pernah satu waktu ayah memarahiku.Menurutku alasannya sepele, hanya karna aku menyelipkan bumbu mi yoki ke dalam salah satu buku yang mengakibatkan buku itu di kerumuni semut. Dan saat aku melihat ayah begitu marah, barulah aku sadar bahwa buku itu sangat berarti untuk ayah. AKu hanya diam, tak mengucap maaf sampai sekarang karna telah melukai buku itu.

            Ayah juga pernah begitu sedih, saat beberapa koleksi bukunya di makan rayap dan beberapa tumpukan itu harus di buang. Aku ikut membantu memilah buku mana yang harus dibuang kala itu. Aku tak mengerti bahwa kehilangan bukunya itu menyebabkan ayah di rundung duka yang mendalam. Buku begitu berarti untuk ayah.

“Biasakanlah membaca buku”.Kalimat itu juga pernah di ucapkan ayah. Ucapan ayah begitu fenomenal. Aku mulai rajin membaca buku. Awalnya mungkin hanya komik. Membaca di ruang tamu,di kamar, sampai di kamar mandi pun aku membawa buku. Ntahlah aku tak pernah mengerti, di lahirkan oleh seorang ayah yang menyukai buku ternyata membuatku tumbuh menjadi seorang anak yang juga menyukai buku.

Pagi tadi aku membersihkan gudang, aku menemukan tumpukan buku-buku kakak keduaku. Dia sama seperti ayah. Menyukai buku dan dia juga mencintai ayah. Aku ingat pesan kakakku untuk menjaga buku-buku yang ada dirumah. Alhasil aku membersihkan gudang, menata semua buku,dan membersihkan hal-hal yang tidak berguna di dalam gudang.

Aku mencintai buku, dan ayah.
Hanya buku yang bisa membuat aku merasa begitu dekat dengan ayah.
Terimakasih ayah telah mengajarkan aku sesuatu yang berarti.
Terimakasih telah mengenalkan aku dengan buku, lembaran penuh coretan pembuka wawasan dunia :)

Untuk ayah, dan buku-buku yang terdapat di segala sudut rumah :)
Aku mencintaimu.

Achmad

          Nama itu
sering terdengar semasa aku kecil sampai besar seperti ini. Nama itu
berkali-kali datang dan pergi dalam kehidupanku. Namanya memang sama, tapi
orangnya yang berbeda. 1 kata yang simple, menjadi kata pertama dalam sebuah
baris nama panjang.



            Achmad.



            Iya, kata itu
terus berbisik menurutku. Ntah bagaimana penulisannya. Ahmad, Achmad, Akhmat,
Akhmad, dan lainnya intinya sama. Menyebutnya tetap Ahmad. Aku sedikit
kesulitan menghitung berapa nama Ahmad yang sudah mampir di tiap langka-langkah
hidupku. Dan yang menarik, karakteristik dari tiap-tiap Ahmad itu berbeda.



            Ada Ahmad
yang pernah memberikan 100 burung bangau. Ada Ahmad yang cuek dan pandai
menggambar. Ada Akhmad yang seorang gamers dan polos. Ada Ahmad yang notabene
adalah kakak kandungku. Ada Akhmad yang ku temui di warung kopi, dan menjadi
teman curhat. Ada Ahmad-Ahmad lain yang hanya sekejap menyapaku, kemudian pergi
di pertigaan jalan. Tetapi, ada Achmad lainnya yang begitu melekat kuat di
benakku.



            Achmad yang
ku anggap cinta pertamaku saat sekolah dulu. Dan Achmad yang butuh
bertahun-tahun untuk bisa di hilangkan dari jiwaku. Achmad yang sanggup
membuatku menjadi diri sendiri. Achmad yang selalu dengan misterius membuat
hidupku menjadi lebih bewarna. Achmad yang manja (mungkin). Achmad yang tidak
menyukai bakso dan suka sekali dengan nasi goreng. Achmad yang selalu mengingat
rumah saat hujan besar datang. Achmad yang selalu berusaha menepati janjinya.
Achmad yang itu. Yang pernah ada bertahun-tahun tinggal di dalam hatiku. Ah
iya, aku menjadi lebay. Hanya karna Achmad.



            Ah, Achmad kini
sudah pergi, bergandengan dengan wanita yang dia pilih dalam senyum yang
bahagia.



            Semoga
bahagia , Achmad :)

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfa1/t1.0-9/s180x540/1978755_10200888891864375_26350004_n.jpg