Tak ada yang ditinggalkan ayah selain puluhan buku, vcd , dan kaset
yang memenuhi sudut-sudut rumah ini. Dan tak ada yang menarik selain
kumpulan buku-buku yang begitu berarti di bandingkan jutaan uang rupiah.
Buku. Benda yang di kenalkan ayah sejak kecil. “Membaca itu menambah
wawasan kita”. Pesan singkat ayah yang selalu ku ingat saat aku kecil
sambil menggendong komik kung fu boy menuju ruang tamu untuk membaca.
Yang aku ingat saat kecil dulu, hampir setiap saat aku di ruang
perpustakaan kecil bersama ayah. Ayah menatap layar computer, memainkan
Solitaire sampai melupakan jadwal mengajarnya di universitas. Aku kecil
sedang tengkurap di lantai, membolak-balik buku tebal tentang Fauna
dalam laut sambil sedikit tertawa melihat ayah dimarahi mamak karna
telat mengajar.
Aku memiliki banyak kenangan , cinta , dan kasih saying bersama ayah dan buku.
Buku pertama yang ayah belikan untukku adalah Komik Monica Seri 1- 10
seharga Rp.3000 per bukunya. Aku tak pernah tau bahwa waktu itu ayah
berusaha menyusupkan dan meracuniku untuk mulai menyukai membaca.
Seperti biasa, “Membaca itu menambah wawasan kita” menjadi slogan
penting ayah untukku.
Aku diajarkan untuk
menyayangi buku oleh ayah. Pernah satu waktu ayah memarahiku.Menurutku
alasannya sepele, hanya karna aku menyelipkan bumbu mi yoki ke dalam
salah satu buku yang mengakibatkan buku itu di kerumuni semut. Dan saat
aku melihat ayah begitu marah, barulah aku sadar bahwa buku itu sangat
berarti untuk ayah. AKu hanya diam, tak mengucap maaf sampai sekarang
karna telah melukai buku itu.
Ayah juga
pernah begitu sedih, saat beberapa koleksi bukunya di makan rayap dan
beberapa tumpukan itu harus di buang. Aku ikut membantu memilah buku
mana yang harus dibuang kala itu. Aku tak mengerti bahwa kehilangan
bukunya itu menyebabkan ayah di rundung duka yang mendalam. Buku begitu
berarti untuk ayah.
“Biasakanlah membaca
buku”.Kalimat itu juga pernah di ucapkan ayah. Ucapan ayah begitu
fenomenal. Aku mulai rajin membaca buku. Awalnya mungkin hanya komik.
Membaca di ruang tamu,di kamar, sampai di kamar mandi pun aku membawa
buku. Ntahlah aku tak pernah mengerti, di lahirkan oleh seorang ayah
yang menyukai buku ternyata membuatku tumbuh menjadi seorang anak yang
juga menyukai buku.
Pagi tadi aku membersihkan
gudang, aku menemukan tumpukan buku-buku kakak keduaku. Dia sama seperti
ayah. Menyukai buku dan dia juga mencintai ayah. Aku ingat pesan
kakakku untuk menjaga buku-buku yang ada dirumah. Alhasil aku
membersihkan gudang, menata semua buku,dan membersihkan hal-hal yang
tidak berguna di dalam gudang.
Aku mencintai buku, dan ayah.
Hanya buku yang bisa membuat aku merasa begitu dekat dengan ayah.
Terimakasih ayah telah mengajarkan aku sesuatu yang berarti.
Terimakasih telah mengenalkan aku dengan buku, lembaran penuh coretan pembuka wawasan dunia :)
Untuk ayah, dan buku-buku yang terdapat di segala sudut rumah :)
Aku mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar