Jumat, 27 Juni 2014

Hari Ini Tak Akan Ada Lagi di Esok Hari.

 
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Kita memang seperti sepatu. Berjalan pun langkah kita selalu berbeda. Aku kadang berjalan di depan, dan kamu sedang di belakang. Kadang tak bisa memungkiri kamu di depan dan aku yang di belakang. Untuk sejajar pun seperti tak ada kesempatan. Dan seperti itulah kita. Aku bahkan menyadari, aku kadang seperti api yang sedang meluap-luap tak beraturan, dan sadarkah kesalahanmu selama ini? Kau tak pernah berusaha menjadi air sejuk yang memadamkan apiku, malah dengan terlihat jelas kau yang ku kira Angin, berubah menjadi Api juga. Lalu Jika api dan api bersatu, bagaimana bisa padam.

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu

Tak pernah di pungkiri juga bahwa di hati kita yang terdalam, masing-masing berucap ingin bersama selalu. Tapi takdir tuhan sepert ingin selalu memisahkan. Ego kita terlalu tinggi untuk saling meminta belas kasihan dan mengagungkan ikatan dari ucapan kita 1 tahun lalu. Pertengkaran seperti apalagi yang tidak pernah kita lakukan. Kita sama-sama lupa apa yang kita inginkan sejak awal. Kita lupa dengan tujuan awal kita untuk memutuskan bersama. Kita hanya saling menginginkan posisi teratas, sapa yang paling kuat, dan siapa yang paling tangguh. Sayangnya, tak ada dari kita yang ingin mengalah. Iya, mata dan hati kita telah tertutup.

Esok mungkin tiada lagi yang seperti ini.
Setiap waktu dalam kehidupan pasti berputar.
Kehidupan kadang berjalan baik, dan kadang tidak.
Saat kau masih disini, hiduplah sepenuh hatimu.
Karna suasana seperti hari ini mungkin tak akan ada lagi esok hari.

Ntah apa ada yang salah dari pertemuan kita setahun lalu. Apa sebenarnya kita terlalu memaksakan suatu hal yang sebenernya kita tahu bahwa itu tak akan terjadi. Menyesal hari ini bukan suatu solusi yang pantas untuk kita jalankan hari ini.


Akan ada seseorang yang menginginkanmu dengan segenap hati.
Tapi, dia begitu sulit untuk di jumpai.
Jika kau menemukan seseorang seperti itu di suatu tempat.
Hanya dia yang terindah.
Maka genggam tangannya.
Karna kekasih sepertinya mungkin tak akan ada lagi esok hari.


Berhenti, kita harus berhenti saling memaksa. Berlarilah. Carilah seorang yang menurutmu sempurna. Jangan lagi menoleh ke belakang :)

Kamis, 26 Juni 2014

You and Me (Part I)

 
Aku tersesat menuju hatimu..
Beri aku jalan yang indah..
Ijinkanku lepas penatku..
'tuk sejenak lelap di bahumu...

            Aku benar-benar sedang tersesat saat ini. Tak tau harus bagaimana untuk bisa memberikan secarik bukti bahwa aku benar-benar ingin menyelinap masuk di dalam kehidupanmu, dan hatimu. Begitu banyak wanita menginginkamu. Ternyata tak hanya aku, yang hanya bisa diam-diam mengagumimu. Memandangmu dalam senyum.Mendoakanmu di keheningan saat malam datang, ketika kau terlelap.

            Masihkah kau menyimpan setangkai mawar putih dalam polybag hitam yang diam-diam aku berikan padamu. Kata orang rumahmu, mawar itu sudah mati. Apakah aku juga nantinya akan seperti mawar itu? Habis dan mati , tak lagi bisa memberikan apa yang kau butuhkan. Mungkin mawar itu akan mati, mungkin juga kelak kita semua akan mati. Tapi ketahuilah aku selalu hidup dan tinggal di hatimu. Tak akan ada yang berani mengusikku.

            Aku bertemu denganmu, kala sayup-sayup angin mengibarkan rambutku. Aku menangis waktu itu. Dan tersenyum saat kau melewatiku. Sekejap air mataku mengering, diiringi dengan detak jantung yang begitu cepat. Sedikit murahan mungkin, tapi dengan nyata aku katakan Aku Jatuh Cinta. Aku tak pernah percaya dengan kalimat klise Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama. Dan Tuhan telah mengaturnya, aku benar-benar jatuh , dalam, begitu dalam. Ketakutan ku hanya 1, aku takut tak bisa mengeluarkan diri dari lubang tempatku jatuh.

Mengapa kita masih aja tak pernah bersatu..
Selalu saja bertemu bertemu saat..
Kau milik yang lain..

            Rasa kecewa itu hadir saat aku sadar ternyata hatimu telah termiliki. Bukan aku tentunya. Karna aku tak pernah mengenalmu. Aku hanya mengintaimu, ingat, aku hanya mencintaimu diam-diam. Rasa kecewa itu menjadi rasa sakit yang luar biasa, saat aku tau bahwa yang memilikimu bukan orang lain, tetapi sahabatku.Teman baikku. Aku merasa menjadi seorang iblis. Ternyata cinta, perasaan yang indah, dapat menjadi sebuah ancaman besar untuk kehidupan.

            Aku menyerah, kemudian aku pergi. Lantas aku tak benar-benar bisa pergi. Karena,kamu telah menganggapku teman baik, ku lihat sorot kekecewaan dari matamu saataku menjauh. Dan aku tak kuasa menahan nafsu ketika kau terus datang mencariku.Menceritakan hubunganmu dengannya pada aku, wanita yang diam-diam mengagumimu.Oh Dewi Neptunus, ambil hatiku saat itu, agar rasa sakit karna memendam ini tak terus berlarut-larut.

Rasa sesal di dasar hati diam tak maupergi..
Haruskah aku lari dari kenyataan ini..
Pernah kumencoba tuk sembunyi..
Namun senyummu tetap mengikuti..


            Sia-sia rasanya aku berusaha menjauh. Aku memutuskan tetap menemanimu sebagai seorang teman baik dan memendam dengan erat perasaanku. Ada yang lain saat dengan sigap kau menggandeng tanganku. Membetulkan letak poni di kepalaku. Memberikan aku sebungkus nasi dan seplastik es jeruk , dimana karet nasinya masih ku simpan sampai akhirnya hilang entah dimana. Aku ternyata tak pandai berbohong, aku tak pandai menyimpan.

            “Kamu menyukaiku ya?” Mulutku terkatup. Bibirku menjadi pucat. Ada yang mendesir.Ucapan itu tiba-tiba kau lontarkan. Aku diam tak bergeming sedikitpun.
            “Aku tau kok. Aku bisa lihat itu. Aku juga merasakan begitu nyaman saat ada disebelahmu.”
            Aku lupa bagaimana rasanya saat itu.

Tentang cinta yang datang perlahan..
Membuatku takut kehilangan..

            Aku duduk di belakangmu dan sahabatku yang mencuri hatimu. Aku jauh di belakang.Memperhatikanmu. Di saksikan ratusan kembang api yang meledak indah, tapi tak bisa ku rasakan keindahan itu. Malam taun baru itu terasa begitu mencekam untukku. Untung ada sahabat-sahabatku yang menemaniku. Kami menulis 1 permintaan agar bisa terkabulkan di tahun 2012 itu.

            Aku menuliskan seperti ini :
            “Semoga tetap bisa bersama dengan dia selamanya”
            Doaku begitu klasik. Dia siapa, tak ku tulis namanya. Tuhan pasti tau walaupun aku tak memberitahu.


Karena kita masih terus berharap..
Walau takkan mudahintuk bersama..

            Lama aku tak mendengar celotehan ringanmu. Dan perpisahan itu datang. Kita harus melanjutkan hidup kita masing-masing di kota yang berbeda. Kita berpisah disuatu tempat, tempat dimana kita bertemu pertama. Dalam diam, kita sama-sama mengenang apa saja yang telah kita lakukan bersama-sama.

            Melahap nasi goreng telur di tengah rintik hujan.
            Melihat bulan bersama.
            Menemaniku belajar, mengerjakan tugas.
            Menemanimu menghabiskan sore di teras rumahmu.
            Meminum secangkir kopi panas dengan taburan coklat di atasnya.
            Mengirimkanmu sekotak pisang keju hasil aku wawancara dengan pemilik warung.
            Memberimu sekotak coklat buatanku sendiri, karna tau malam itu kau sedang mengerjakan hukuman dari sekolah.
            Memakai baju bewarna sama tanpa pernah berjanjian.

            “Aku sudah putus dengan dia” dia berkata, menatap jalan, menghisap rokoknya.
            “emm,iya aku tau, dia sudah cerita”
            Kemudian diam.
            “Ini untukmu” Aku menyerahkan 2 Bingkisan di bungkus kertas kado,
            “Apa itu?”
            “Buka saja dirumah”
            “Aku nggak bisa bawa. Ayo ikut ke rumah”
            “Iya”

            Bingkisan itu berisi fotonya yang ku bentuk gambar orang pecinta reagge. Rambut gimbal,dengan warna merah kuning hijau, kesukaannya. Dan 1 buah al-quran kecil. Aku hanya berharap dia bisa membawa kemanapun al-quran itu. Untuk sekedar dia mengingat, dia masih mempunyai tuhan yang selalu bisa menjaga hatinya, dan senantiasa membantunya.

Aku masih simpan kisah malam itu..
Di saat indah matamu buka hatiku..
Merasakan getar cintaku kembali..
Jiwa ini tlah sempurna karena aku punya kamu..

            Iya, aku punya kamu :)

Cause it's you and me and all of the people with nothing to do, nothing to prove..
And it's you and me and all of the people..
And I don't know why I can't keep my eyes off of you..

-bersambung-

Teruntuk Sahabat yang Sedang Patah Hati.

-Kita seperti permainan domino. Aku jatuh cinta padamu, kamu jatuh cinta pada yang lain. – Anonim-

Ya seperti itulah siklus cinta.Kenal, dekat, dan dekat sekali. Pada sampai tahap inilah kamu dan dia yang menentukan. Menjadi sepasang kekasih atau hanya sebatas status tidak jelas yang hanya berputar-putar karna kehadiran lakon lain. Mungkin kamu sedang tidak beruntung, sedang menjalani pilihan kedua. Status tidak jelas dan hanya berputar-putar begitu saja karna adanya “cinta bertepuk sebelah tangan” yang sering orang ucapkan.

            Sudahlah kawan, berhenti menyesal dan meratapi. Tak akan ada waktu yang kembali jika semua sudah terjadi. Setidaknya bersyukurlah, tuhan telah memberikan kesempatan untuk kamu bisa dekat dengannya, menjadi bagian dari hidupnya, dan menjadi super heronya , walau kamu juga tau hanya sesaat mungkin.

Jika kamu patah hati, itu adalah sinyal yang baik.Berarti kamu punya kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru. - ElizabethGilbert

            Pasalnya hati itu yang memilih kawan, mau protes pada sapa? Pada pemberi takdir? Bisa dilaknat Tuhan nanti. Pada wanita itu? Sebenarnya dia tidak banyak bersalah ? Pada dia ? Dia tak tau apa-apa. Padamu sendiri? Tetap tak bisa. Perasaan itu tak ada yang bisa mengatur. Sebentar-sebentar bisa suka dengan gilanya.Sebentar-sebentar bisa benci sampai ke ubun-ubun.

Jangan menangis ketika matahari tak lagi bersinar,karena air mata akan membuatmu tak bisa melihat bintang-bintang. - Violeta Parra

            Kawan berlapanglah setidaknya kau sudah berani mengalah , jadi berjalanlah , jangan berjalan ke depan, tapi berjalanlah ke atas, agar kau bisa berpindah dari masa ini dan terus melangkah lebih tinggi dari yang lain.  Tunjukkan kehebatanmu di atas sana. Aku percaya padamu , sahabatku.

Rasa sakit yang kuat untuk mencintai adalah sakit yang sama ketika meninggalkannya; tetapi dari semua rasa sakit yang ada, rasasakit terbesar itu adalah mencintai tetapi dalam cinta yang sia - sia. –Abraham Cowley-

Aku mencintai buku, dan ayah !

Tak ada yang ditinggalkan ayah selain puluhan buku, vcd , dan kaset yang memenuhi sudut-sudut rumah ini. Dan tak ada yang menarik selain kumpulan buku-buku yang begitu berarti di bandingkan jutaan uang rupiah. Buku. Benda yang di kenalkan ayah sejak kecil. “Membaca itu menambah wawasan kita”. Pesan singkat ayah yang selalu ku ingat saat aku kecil sambil menggendong komik kung fu boy menuju ruang tamu untuk membaca.

            Yang aku ingat saat kecil dulu, hampir setiap saat aku di ruang perpustakaan kecil bersama ayah. Ayah menatap layar computer, memainkan Solitaire sampai melupakan jadwal mengajarnya di universitas. Aku kecil sedang tengkurap di lantai, membolak-balik buku tebal tentang Fauna dalam laut sambil sedikit tertawa melihat ayah dimarahi mamak karna telat mengajar.

            Aku memiliki banyak kenangan , cinta , dan kasih saying bersama ayah dan buku.

            Buku pertama yang ayah belikan untukku adalah Komik Monica Seri 1- 10 seharga Rp.3000 per bukunya. Aku tak pernah tau bahwa waktu itu ayah berusaha menyusupkan dan meracuniku untuk mulai menyukai membaca. Seperti biasa,  “Membaca itu menambah wawasan kita” menjadi slogan penting ayah untukku.

            Aku diajarkan untuk menyayangi buku oleh ayah. Pernah satu waktu ayah memarahiku.Menurutku alasannya sepele, hanya karna aku menyelipkan bumbu mi yoki ke dalam salah satu buku yang mengakibatkan buku itu di kerumuni semut. Dan saat aku melihat ayah begitu marah, barulah aku sadar bahwa buku itu sangat berarti untuk ayah. AKu hanya diam, tak mengucap maaf sampai sekarang karna telah melukai buku itu.

            Ayah juga pernah begitu sedih, saat beberapa koleksi bukunya di makan rayap dan beberapa tumpukan itu harus di buang. Aku ikut membantu memilah buku mana yang harus dibuang kala itu. Aku tak mengerti bahwa kehilangan bukunya itu menyebabkan ayah di rundung duka yang mendalam. Buku begitu berarti untuk ayah.

“Biasakanlah membaca buku”.Kalimat itu juga pernah di ucapkan ayah. Ucapan ayah begitu fenomenal. Aku mulai rajin membaca buku. Awalnya mungkin hanya komik. Membaca di ruang tamu,di kamar, sampai di kamar mandi pun aku membawa buku. Ntahlah aku tak pernah mengerti, di lahirkan oleh seorang ayah yang menyukai buku ternyata membuatku tumbuh menjadi seorang anak yang juga menyukai buku.

Pagi tadi aku membersihkan gudang, aku menemukan tumpukan buku-buku kakak keduaku. Dia sama seperti ayah. Menyukai buku dan dia juga mencintai ayah. Aku ingat pesan kakakku untuk menjaga buku-buku yang ada dirumah. Alhasil aku membersihkan gudang, menata semua buku,dan membersihkan hal-hal yang tidak berguna di dalam gudang.

Aku mencintai buku, dan ayah.
Hanya buku yang bisa membuat aku merasa begitu dekat dengan ayah.
Terimakasih ayah telah mengajarkan aku sesuatu yang berarti.
Terimakasih telah mengenalkan aku dengan buku, lembaran penuh coretan pembuka wawasan dunia :)

Untuk ayah, dan buku-buku yang terdapat di segala sudut rumah :)
Aku mencintaimu.

Achmad

          Nama itu
sering terdengar semasa aku kecil sampai besar seperti ini. Nama itu
berkali-kali datang dan pergi dalam kehidupanku. Namanya memang sama, tapi
orangnya yang berbeda. 1 kata yang simple, menjadi kata pertama dalam sebuah
baris nama panjang.



            Achmad.



            Iya, kata itu
terus berbisik menurutku. Ntah bagaimana penulisannya. Ahmad, Achmad, Akhmat,
Akhmad, dan lainnya intinya sama. Menyebutnya tetap Ahmad. Aku sedikit
kesulitan menghitung berapa nama Ahmad yang sudah mampir di tiap langka-langkah
hidupku. Dan yang menarik, karakteristik dari tiap-tiap Ahmad itu berbeda.



            Ada Ahmad
yang pernah memberikan 100 burung bangau. Ada Ahmad yang cuek dan pandai
menggambar. Ada Akhmad yang seorang gamers dan polos. Ada Ahmad yang notabene
adalah kakak kandungku. Ada Akhmad yang ku temui di warung kopi, dan menjadi
teman curhat. Ada Ahmad-Ahmad lain yang hanya sekejap menyapaku, kemudian pergi
di pertigaan jalan. Tetapi, ada Achmad lainnya yang begitu melekat kuat di
benakku.



            Achmad yang
ku anggap cinta pertamaku saat sekolah dulu. Dan Achmad yang butuh
bertahun-tahun untuk bisa di hilangkan dari jiwaku. Achmad yang sanggup
membuatku menjadi diri sendiri. Achmad yang selalu dengan misterius membuat
hidupku menjadi lebih bewarna. Achmad yang manja (mungkin). Achmad yang tidak
menyukai bakso dan suka sekali dengan nasi goreng. Achmad yang selalu mengingat
rumah saat hujan besar datang. Achmad yang selalu berusaha menepati janjinya.
Achmad yang itu. Yang pernah ada bertahun-tahun tinggal di dalam hatiku. Ah
iya, aku menjadi lebay. Hanya karna Achmad.



            Ah, Achmad kini
sudah pergi, bergandengan dengan wanita yang dia pilih dalam senyum yang
bahagia.



            Semoga
bahagia , Achmad :)

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfa1/t1.0-9/s180x540/1978755_10200888891864375_26350004_n.jpg

Sabtu, 21 Desember 2013

Radon , 18.



            Nama sebenarnya bukan Radon. Tapi ntahlah, saya lebih suka diam-diam menamainya Radon 18. Dia sendiripun tak pernah tau bahwa saya menjulukinya Radon 18. Iya, Radon 18. Radon, saya melihat kata itu di jajaran nama-nama atom dalam buku kimia kelas 1 SMP dulu. 18, saya menyukai tanggal 8, dan saat itu saya menjadikan dia satu-satunya tempat tertinggi di hati saya. Jadilah padu padan antara angka 1 dan 8.
            Secara fisik Radon 18 berkulit hitam, tapi ntahlah bibirnya tipis begitu memikat dan menggoda. Senyumnya menimbulkan lesung pipit yang cekung di pipinya. Ah, makhluk terindah yang pernah saya lihat saat masih beranjak remaja beberapa tahun silam. Suaranya khas. Ah iya, matanya agak sipit, dengan rambut belakang agak berantakan.
            Ntah lah semalam saya mendadak kembali kepikiran si radon 18. Sebersit bayangannya terlintas perlahan ketika saya mengendarai motor dengan laju pelan di iringi efek gerimis kecil. Saat ini saya tak tau dimana Radon berada. Terakhir saya berhubungan waktu saya akan naik kelas 2 SMA, dan dia berpamitan akan pindah ke Provinsi seberang. Hmm. Yang sangat kala itu, hati saya menjadi sedikit merasa nyeri, ntah karna apa. Dan beberapa hari sebelum keberangkatannya, saya menyita stick drum kesayangnnya. Saya letakkan dalam lemari pakaian. Sambil beralasan “Untuk kenangan agar saya bisa selalu ingat kamu”, Radon melepaskan stick drumnya dengan ikhlas.
            Dan iya, stick drum itu masih tersimpan rapi di dalam lemari pakaian saya.
            Hei Radon, apa kabar ? Sudah baikkah hidupmu saat ini? Masih ingat dengan rasa omelet buatan kita berdua dulu? Masih ingat bagaimana kita sering bertengkar, tak menyapa beberapa hari, kemudian kembali tertawa ? Kau ingan dengan gelang pemberianmu untuk kado ulang tahunku yang ke 13 ? Masih tersimpan rapi di loker gelangku.
           

Kamis, 27 Juni 2013

Namanya Bulan. Tinggalnya di langit yang penuh dengan bintang - bintang, sosok tubuhnya besar, tegap, kuat dan bercahaya. Menimbulkan romance keindahan yang tak ada taranya. Kala itu Bulan sedang purnama , bersinar penuh, menawan, dan seketika muncul Dewa Aquarius yang merupakan jelmaan dari rasi bintang Aquarius. Sesuai dengan cerita Yunani kuno, Dewa Aquarius adalah seorang  laki-laki berwajah rupawan yang pendiam dan bernamaasli Ganymede, dia di perintahkan oleh Dewa Zeus untuk tinggal di Olympus sebagai penuang air minum Dewa.



-DEWA AQUARIUS-

            Bulan menunjukkan sinarnya yang terang itu sebagai tanda bahagia telah mengenal Dewa Penuang Air itu. Lambat laun perasaan cinta tumbuh di hati Bulan. Bulan dan Rasi Bintang Aquarius terus bercengkrama setiap malam, saling menghibur dan bercerita. Bagaimana hidup Bulan ketika dia harus berubah-ubah bentuk dari sabit sampai purnama. Dan bagaimana Aquarius bercerita tentang pertemuannya dengan Zeus hingga akhirnya Aquarius bisa tinggal di langit.

            Hari-hari itu kian menjadi membosankan tatkala Aquarius tak lagi muncul, pergi, tanpa memunculkan sinar rasi bintangnya lagi. Bulan itu kini meredup sinarnya, dan sampailah pada saat dia harus berubah menjadi bulan sabit. Kecewa, sinarnya taklagi terang menyala seperti biasa. Dan ketika itulah muncul rasi bintang Libra. Bintang yang sinarnya juga redup, dan hanya bisa di temui ketika Bulan sedang berbentuk Sabit.


-DEWA LIBRA-

            “Aku akan menemanimu saat ini. Tapi tak tau bagaimana esok ketika bentukmu telah berubah menjadi purnama. Karna sinarku redup, maka saat kau purnama, kau tak akan menemukan aku di tengah sinarmu yang terang” Libra berucap, sambil pergi berlalu mengitari langit di belahan lain.

            Ketika ini Bulan sedang dalam tahap Bulan Separuh, dan saat masanya menjadi Bulan Sabit yang lalu habis, dia tak lagi bisa bertemu dengan Dewa Libra. Bulan itu pun kini sendiri lagi. Bintang tak lagi berteman dengannya kini, sinar mereka kalah kuat dengan pancaran cahaya Bulan yang hampir menjadi Purnama. Bulan itu masih tetap bersinar separuh, dan sesaat lagi adalah waktunya untuk menjadi purnama.Langit mendadak menjadi sangat  kelam dan mendadak tak bersahabat. Saat ketika datang seorang Dewa yang mengendarai Kerbau,sayangnya wajahnya begitu asing, tak pernah sekalipun Bulan melihatnya.

            “ Siapa kau?” Bulan berkata.


-DEWA TAURUS-

            “Aku DewaTaurus. Padahal rasi bintangku yang paling terang di antara semuanya. Tapi,kenapa sepertinya kau tak mengenalku? Aku selalu berada di manapun kamu berada.Aku selalu terlihat terang, hanya kau yang tak melihat. Aku selalu mengikutimu,setiap kau berubah, ntah menjadi sabit, bulan separuh, ataupun purnama. Hanya saja kau yang tak mengenaliku.”

            Awan mendung yang menyelimuti Bulan pun tersingkir perlahan. Bulan kini berubah menjadi Purnama dalam hitungan menit. Dia berharap saat awan-awan kelabu ini menyingkir maka akan datang sosok Dewa Aquarius di hadapannya. Tapi ketika awan mulai menghilang, tak ada sosok Dewa Aquarius itu, yang ada hanya Seekor Kerbau yang sedang duduk manis di atas awing-awang langit. Dan ada seorang Dewa disamping Kerbau itu yang tak lain adalah Dewa Taurus.

            “PercayakaH kau kini bahwa aku selalu ada di setiap saat ketika engkau menjadi sabit ataupun purnama? Ketahuilah, Aku adalah utusan Dewa Zeus yang di tugaskan untukmenemanimu setiap saat sampai kapanpun. Terimalah aku dengan hatimu yang ikhlas, Bulanku”



-DEWA TAURUS DAN BULAN-